Baju kaos kapuyuak
Berdiri pada bulan Agustus 2010 dengan tagline “Kaos Unik Raso Minang”, produk Kapuyuak berupaya mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau yang begitu dinamis, unik, penuh kiasan dan sarat akan pesan.
Hal ini disampaikan Manager Kapuyuak Rizki Adel.
“Minang merupakan identitas yang melekat semenjak kita dilahirkan. Identitas yang akan kita sandang kemanapun bumi hendak dipijak dan jalan yang akan ditempuh. Identitas yang didalamnya terkandung prinsip dan falsafah hidup yang begitu luhur hasil buah pikir para pendahulu kita,” tuturnya.
Awal didirikan oleh 3 pemuda minang berinisial 3D dengan modal sekitar Rp 100 juta, produk Kapuyuak baru dipasarkan secara online. Setahun kemudian, distro pertama dibuka di Bukittinggi dan 2 tahun kemudian di 2013 kembali berdiri distro kedua, masih di Bukittinggi.
Kapuyuak menawarkan sejumlah produk seperti kaos lengan pendek yang dijual seharga Rp85.000, kaos lengan Panjang (Rp 95.000), kaos krah (Rp115.000) , baju anak-anak, dan sweater (Rp185.000). Selain itu juga ada baju katebe seharga Rp65.000, topi dan sandal yang dijual seharga Rp30.000, lalu syal (Rp75.000), gelang (Rp15.000) dan tas (Rp65.000).
erkait desain, ia melanjutkan, ada yang bersifat umum dan bisa digunakan distro minang lainnya serta ada juga yang diciptakan sendiri oleh Kapuyuak dan tidak boleh dipakai oleh Distro Minang lain.
“Kita tidak menganggap distro Minang yang lain sebagai saingan. Jika misalnya barang yang konsumen cari tidak ada di Kapuyuak, maka kita akan sarankan ke distro Minang lain, ya karena mereka masih kawan-kawan juga. Jadi tidak ada saingan gitu,” ujarnya.
Distro Kapuyuak menyatakan memang tidak akan membuka outlet di luar Bukittinggi, “karena ketika konsumen ingat Kapuyuak maka mereka ingat Bukittinggi. Dan gitu juga sebaliknya, ketika mereka ingat Bukittinggi maka mereka ingat Kapuyuak,” ujarnya.
Ia mengaku distro Kapuyuak pernah dikunjungi oleh rombongan Rano Karno ketika mereka pulang ke Bonjol beberapa waktu lalu.

Komentar
Posting Komentar